Selasa, 10 Februari 2015

KEJANG PADA NEONATUS BAYI DAN BALITA



BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Kejang adalah suatu perubahan fungsi pada otak secara mendadak dan sangat singkat atau sementara yang dapat di sebabkan oleh aktifitas otak yg abnormal seta adanya pelepasan listrik serebral yang sangat berlebihan .
Terjadinya kejang dapat disebabkan oleh malformasi otak congenital ,faktor genetis atau adanya penyakit seperti meningitis ,ekselalitis serta demam yang tinggi atau dapat dengan denga istilah kejang demam ,dangguan metabolisme trauma dan lain sebagainya .apabila kejang bersifat kronis dapat dikatakan sebagai epilepsi yang terjadi secara kronis dapat dikatakan sebagai epilepsi yang terjadi secara berulang –ulang dengan sendirinya.     
1.2 Rumusan Masalah
a)     Apa yang di maksud dengan kejang neonatorum ?
b)    Apa saja klasifikasi dari kejang neonatorum ?
c)     Apa saja factor dari kejang neonatorum ?
d)    Bagaimana dan apa saja penatalaksanaan dari kejang neonatorum ?
1.3 Tujuan
a)  Untuk mengetahui definisi kejang neonatorum.
b)  Untuk mengetahui apa saja klasifikasi dari kejang neonatorum
c)  Untuk mengetahui apa saja factor dari kejang neonatorum
d)  Untuk mengetahui apa saja dan bagaimana penatalaksanaan kejang
        pada neonatus.

BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1  Definisi
Suatu aritmia serebra  Kejang pada neonatus (bayi baru lahir ) berbeda dengan bayi lebih besar atau anak dalam bentuk klinik , minggu.Kebanyakan kejang pada BBL timbul selama beberapa hari. Sebagian kecil dari bayi tersebut akan mengalami kejang lanjutan dalam kehidupannya kelak. Kejang pada neonatus relatif sering dijumpai dengan manifestasi klinis yang bervariasi. Timbulnya sering merupakan gejala awal dari gangguan neurologi dan dapat terjadi gangguan pada kognitif dan perkembangan jangka panjang.
Kejang pada bayi baru lahir adalah
a)  Kejang yang terjadi pada bayi sampai dengan usia 28 hari
b) Kejang pada BBL merupakan keadaan darurat karena kejang merupakan  suatu tanda adanya penyakit sistem sayarf pusat (SSP), kelainan metabolik atau penyakit lain.
c)  Sering tidak dikenali karena berbeda dengan kejang pada anak
d)  Kejang umum tonik klonik jarang terjadi pada BBL
e)  Kejang berulang menyebabkan berkurangnya oksigenisasi, ventilasi dan nutrisi otak
Kejang adalah suatu aritma serebral. Kejang adalah perubahan secara tiba-tiba fungsi neurology baik fungsi motorik maupun fungsi otonomik karena kelebihan pancaran listrik pada otak (Buku Pelayanan Obstetric Neonatal Emergensi Dasar).

Kejang bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari gangguan saraf pusat, lokal atau sistemik. Kejang ini merupakan gejala gangguan syaraf dan tanda penting akan adanya penyakit lain sebagai penyebab kejang tersebut, yang dapat mengakibatkan gejala sisa yang menetap di kemudian hari. Bila penyebab tersebut diketahui harus segera di obati. Hal yang paling penting dari  kejang pada bayi baru lahir adalah mengenal kejangnya, mendiagnosis penyakit penyebabnya dan memberikan pertolongan terarah, bukan hanya mencoba menanggulangi kejang tersebut dengan obat antikonvulsan.

2.2  Bentuk Klinik
1.Kejang Yang Hampir Terlihat (Subtle)
Gangguan fungsi batang otak ,gerakan seperti mengisap,mengunyah ,gerakan bola mata /deviasi tonik bola mata (jerking) ,mata mengedip-ngedip ,kelopak mata bergetar gerakan lidah dan gigi .dapat juga kehilangan tonus otot ekstermitas secara tiba – tiba ,gerakan seperti berenang dan dapat terjadi apnu .
1.      Kejang tonik
Khas untuk bayi kurang bulan
2.      Kejang multifokal klonik
a.       Sering pada neonatus ,kejang klonik pada satu ekstremitas dan berpindah –pindah .
b.      Hanya terdapat pada bayi cukup bulan (NCB )


3.      Kejang mioklonik
a.       Jarang pada neonatus gerakan seperti reflek moro
b.      Terdapat kerusakan susunan saraf pusat yang luas
4.      Kejang umum klonik
Anoksia /ensefalopati ,perdarahan intra ventrikuler ,ven trikulitis ,porensefali (kelainan otak kongenital ) kejang tonik /mioklonik atau gerakan subtleapabila disertai kelainan EEG,multifokal,datar dan berpriodik (prognosis buruk ).
Kejang fokal pada neonatus tidak selalu terdapat kerusakan fokal otak ,malahan sering terjadi akibat metabolik seperti .
a.       Hipokalsemi
b.      Hipoglikemia
c.       Perdarahan sub araknoid dan asfiksia ringan .
2.3 Diagnosa Banding Kejang
a.          Cara melihat /gerakan ekstraokules normal.
b.         Timbul dengan provokasi rangsangan
c.          Gerakan yang dominan adalah tremor ,pada kejang jerking .
d.         Gerakan dapat di hentikan dengan fleksi pasif .
Dapat dilihat pada bayi normal dengan hipoglikemia,hipokalse /hiperiritabilitas neuromuskuler.sering pada bayi KMK (kurang masa kehamilan)


Keterangan
1)      Asfiksia perinatal
a.        Penyebab kerjang terbanyak pada neonatal (44-60%)
b.      Menimbulkan ensefalopati hipoksik-iskhemik
c.       Kejang timbul biasanya 72 jam pertama ,bersifat subtie
d.      Tonik atau multifokal klonik.kadang –kadang didahului apnu
e.       Dapat disertai gangguan metabolisme
2)      Traumalahir perdarahan intrakranial .
a.       Biasanya bersama keadaan asfiksia
b.      Kelahiran traumatik / perdarahan intraventrikuler pada bayi kurang bulan biasanya bermanifestasi hanya de bagal RDS
c.       Bila disertai perdarahan di bagian susunan saraf pusat lain bayi dapat terlihat sakit berat. Dengan tanda peningkatan tekanan intrakranial (kejang ,cerebral cyr dan lain _ lain) liquor berdarah .
d.      Hematoma subdural jarang pada neonatus ,biasanya terdapat padakelahiran sungsang,bayi cukup bulan bayi besar .kejang terjadi karena kontusio otak bersifat fokalisasi .
Penatalaksanaan .Atasi kejang dan perbaiki metabolisme.
3)      Hiponatremia dan hipernatremia
Hiponatremia adalah kadar Na dalam serum kurang dari 130 mEg/l. gejalanya adalah kejang, tremor. Hipertremia, kadar Na dalam darah lebih dari 145 mEg/l. Kejang yang biasanya disebabkan oleh karena trombosis vena atau adanya petekis dalam otak.

4)      Defisiensi pirodiksin dan dependensi piridoksisn
Merupakan akibat kekurangan vitamin B6.gejalanya adalah kejang yang hebat dan tidak hilang dengan pemberian obat anti kejang, kalsium, glukosa, dan lain-lain. Pengobatan dengan memberikan 50 mg pirodiksin
5)      Asfiksia              
Suatu keadaan bayi tidak bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir etiologi karena adanya gangguan pertukaran gas dan transfer O2 dari ibu ke janin.
6)      Perdarahan intrakranial
Dapat disebabkan oleh trauma lahir seperti asfiksia atau hipoksia, defisiensi vitamin K, trombositopenia. Perdarahan dapat terjadi sub dural, dub aroknoid, intraventrikulu, intraserebral. Biasanya disertai hipoglikemia, hipokalsemia.Diagnosis yang tepat sukar ditetapkan, fungsi lumbal dan offalmoskopi mungkin dapat membantu diagnosis.Terapi : pemberian obat anti kejang dan perbaikan gangguan metabolism bila ada.
7)      Infeksi
Infeksi dapat menyebabkan kejang, seperti : tetanus dan meningitis.

     Penyebab lain
                        a.  Polisikemia                                                              
Biasanya terdapat pada bayi berat lahir rendah, infufisiensi placenta, transfuse dari bayi kembar yang satunya ke bayi kembar yang lain dengan kadar hemoktrokit di atas 65%.

    b. Kejang idiopatik
Tidak memerlukan pengobatan yang spesifik, bila tidak diketahui penyebabnya berikan oksigen untuk sianosisnya.
                  c.  Toksin estrogen
Misalnya : hexachlorophene

Sumber : segi- segi praktis ilmu kesehatan anak  jakarta 1984 m.rachman ,m.t.dardjat.

Di  sub bagian saraf anak bagian IKA FKUI-RSCM jakarta ,kriteria livingston tersebut setelah dimodifikasi sebagai pedoman untuk membuat diagnosis kejang demam sederhana ialah
a.       Umur anak ketika kejang antara 6 bulan dan 4 tahun
b.      Kejang berlangsung hanya sebentar saja , tidak lebih dari 15 menit
c.       Kejang bersifat umu
d.      Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbul demam
e.       Pemeriksaan  saraf sebelum dan sesudah kejang normal
f.       Pemeriksaa EEG  yg dibuat sedikit 1 minggu sesudah suhu normal tidak menunjukkan kelainan
g.      Frekuensi bangkitan kejang di dalam 1tahun tidak melebih 4 kali
Sumber  segi –segi praktis ilmu kesehatan anak


Risiko yang akan di hadapi oleh seorang sesudah kejang demam tergantung dari faktor
a.       Riwayat  penyakit kejang tanpa demam dalam keluarga
b.      Kelainan dalam perkembangan atau kelainan saraf sebelum anak menderita kejang demam
c.       Kejang  yang  berlangsung lama atau kejang fokal
Gejang klinis
Dapat dibagi dua yaitu :
A.    Disetai kejang
1.      Suhu yg mendadak tinggi ,biasanya  39oc atau lebih .
2.      Kejang umum atau fokal yang berlangsung agak lama (lebih dari setengah jam ) kejang fokal yg terjadi sesuai dengan kelumpumpuhannya .
3.      Kesadaran yg sangat menurun menurun (koma )
4.      Setelah kesadaran agak membaik ,kelumpuhan setengah badan terjadi mula-mula sekumpulan bersifat flasid,tetapi setelah 2 minggu timbul spastitistas .hemiplegia lebih nyata pada anggota gerak atas dan  muka dibandingkan dengan anggota gerak bawah .makin lama dan makin hebat ke jangkan dengan makin berat kelumpuhan yg terjadi
5.      Kadang-kadang terjadi hemianopsia dan afasia
6.      Gangguan perasaan terjadi bila kerusakan terdapat pada lobus parietalis .


Tanda gejala
a.          Hemiplegia terjadi mendadak tanpa didahului oleh kejang
b.         Kesadaran tetapi baik atau menurun sebentar saja
c.          Sifat kelumpuhan sama dengan yg disertai kejang
Komplikasi
a.       Gangguan perkembangan mental
Retardasi mental terdapat 30- 50% pada golongan yg disertai kejang sedangkan pada golongan tanpa kejang retardasi mental tidak begitu nyata gangguan kelakuan beru hiperkinetik sering terdapat .
b.      Epilepsi
Biasa lebih besar dari pada 50 % dari golongan yg disertai dengan kejang kemudian akan menderita epilepsi yg terdapat sifat grand mal ,psikomotor atau fokal .
c.       Gangguan berbicara
Bergantung pada waktu bayiatau anak menderita kelumpulan .pada anak diatas umur 4 tahun biasanya didapatkan kelainan berupa disfasia
d.      Gangguan saraf otak
Dapat terjadi hemianopsia homonimus, starbismu konvergen ,gangguan menelan dan sebagainya.



Obat yang di pakai untuk epilepsi
Obat
Bentuk kejang
Dosis mg/ kgbb/harri
Fenobarbital
Semua bentuk kejang
3-8
Dilantin
 (difenilhidantoin )
Semua bentu kejang kecuali bangkitan petit mal,mioklonik atau akinetik
5-10
Mysoline (primidon)
Semua bentuk kejang kecuali petit mal
12-25
Zarontin (etosuksimid)
Petit mal
20-60
Diazepam
Semua bentuk kejang
0,2-0,5
Diamox (asetasolamid )
Semua bentuk kejang
10-90
Prednison
Spasme infantil
2-3
Deksametason
Spasme infantil
0,2-0,3
Adrenokortikotropin
Spasme intantil
2-4

Staf pengajar IKA FKUI.1985. Ilmu Kesehatan Anak
Jakarta:bagian IKA FKUI Kejang pada neonatus suatu penyakit ,namun merupakan suatu gejala penting akan adanya penyakit sebagai penyebab kejang atau adanya kelaianan saraf pusat.penyebab utama kejang adalah kelainan bawaan di otak sedangkan penyebab sekundernya adalah gangguan metabolik  atau penyakit lain seperti penyakit infeksi . di negara berkebang kejang pada neonatus sering  di sebabkan oleh tetanus neonatorum,sepsis meningitis,ensefalitis ,perdarahan otak ,cacat bawaan .
Penyebab kejang pada neonatus ,baik primer maupun sekunder umumnya berkaitan eratdengan kondisi bayi di dalam kandungan saat proses persalinan serta masa –masa bayi baru lahir .kejang pada bayi baru lahir baru lahir di kenali karena bentuk berbeda dengan kejang pada orang dewasa atau anak .hal tersebut di sebabkan karena ketidakmatangan organ korteks pada bayi baru lahir .
            Beberapa hal yg mungkin merupakan faktor penyebab kejang adalah sebagai berikut
1.      Konflikasi pada saat hamilan dan melahirkan
a.       Ibu tidakimunisasi tt sehingga dapat menyebab infeksi
b.      Perdarahan pada saat usia kehamilan kurang dari 28 minggu ,sehingga menyebab hipoksia
c.       Gawat janin pada massa kehamilan dan persalinan yg mengharuskan dilakukannya induksi  persalinan .kondisi dapat disebabkan asfiksia.
d.      Alat –alat di gunakan untuk proses pertolongan persalinan tidak steril sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi .
e.       Persalinan dengan tindakan (vacuum  ekstraksi ,cunam dan forcep dapat di sebabkan tauma susunan safat pusat .
f.       .Trauma pada janin selama dalam kandungan atau selama persalinan dapat menyebabkan perdarahan intrakranial .
g.      .Ibu hamil menderi DM

2.      Kelainan metabolisme seperti hipoglikemia ,hipokalsemia ,hipomagnesemia ,hiponatremia ,hiperbilirubinemia ,ketergantungan piridoktrin dan kelainan asam amino
Sumber: asuhan neonatus bayi dan anak balita ,vivian nanny lia dewi –jakarta :salenda medika 20 10.
Memeriksa dan mengklasifikasi kejang
a.       Dilakukan pada semua bayi muda ketika kejang kunjungan rumah atau bayi muda datang klinik .
b.      Kejang adalah gejala kelainan susunan saraf pusat (SSP) dan merupakan keadaan darurat .
c.       Kejang pada umur > 2hari dikaitan dengan tetanus neonaturum infeksi dan kelainan metaolik seperti kurangnya kadar gula darah .
d.      Pada bayi kurang bulan ,kejang lebih sering disebabkan oleh perdarahan intrakranial .
e.       Di indonesia ,kejang  pada bayi muda sering di sebabkan oleh tetanus neonaturum ,sepsis ,mengitis ,ensefalitis perdarahan otak dan akibat cacat bawaan .
f.       Tanda /gejala klinis kejang pada bayi muda sangat bervariasai bahkan kadang sulit dibedakan denga gerakan normal .
g.      Meskipun demikian jika saudara menjumpai gejala /gerakan yang tidak bisa terjadi secara berulang –ulang dan periodik ,saudara harus memikirkan kemungkinan bayi kejang


Memeriksa kejang
1.      Tanya
2.      Lihat ,dengar ,raba
3.      Apakah ada riwayat kejang
Adakah tanda/gejala kejang berikut :
1.      Tremor dengan atau tanpa kesadaran menurun
2.      Mengangis melengking tiba-tiba
3.      Gerakan yg tidak terkendali pada mulut ,mata ,atau anggota gerak
4.      Mulut mencucu
5.      Kaku seluruh badabn dengan atau tanpa rangsangan
Klasifikasi kejang
Klasifikasi kejang jika bayi mempunyai tanda/gejala berikut .pada dengan klasifikasi kejang harus segera dilakukan tindakan / pengobatan dan di rujuk.
Sumber : manajemen terpadu bayi muda  umur 1 hari sampai 2 bualan





BAB III
TINJAU KASUS
Ny x datang padang tanggal 6 desember 2014 ny x datang bersama suami dan bayinya .ny x mengatakan anak panas tinggi sejak dua hari yg lalu bayi rewel dan malas menyusui, mata melihat keatas ,tangan dan kaki karu  ny x mengatakan bersalin pada tanggal 30 november 2014 ny x melahiran dengan seorang bidan bayi bbl 2700 gr bb sekarang 2500 gram nadi 160 kali /menit .suhu 39,0 c keadan bayi terlihat lemas dan lesu ibu khawatir terjadi sesuatu yg berbahays pada bayinya.
Format pengajian
Data subjektif
1.      Pengajian
                                                          I.            Identitas pasien
Nama                         : Bayi I
Umur                         : 3 hari
Jenis kelamin             : laki – laki
Tanggal / jam lahir     : 30 November 2014
                                                       II.            Identitas orang tua / penanggung jawab :
Nama               : Ny X
Umur                : 26 tahun
Agama             : islam
Pendidikan       : smp
Pekerjaan        : ibu rumah tangga
Suku / bangsa : indonesia
Alamat              : sungai penuh
                                                    III.            Amanmesa
1.      Keluhan utama :
2.      Lamanya           : sejak  2 hari yang lalu
3.      Riwaya kesehatan anak dan balita :ny mengatakan bayi rewel ,masal menyusui dan badannya panas, kaki dan tanga kaku dan sering terkejut 
4.      Riwajat kesehatan lanjut : bayin lahir normal ,tidak ada kelainan
5.      Riwayat kehamilan :
Hamil ke                 : 1
Jenis persalinan     : normal
Penolong  pesalinan : bidan
                                                    IV.            Imunisasi                    : Ibu mengatakan udah mendapat imunisasi
                                                       V.            Aktifitas                     :  Melemah dan mengangis terus
                                                    VI.            Riwayat psikologi      :Ibu merasa khawatir dengan keadaan bayinya .
A.    Data objektif
1.      Pemeriksaan umum
KU                                 : lemah
Kemampuan mengisap      : lemah
BB                                 : menurun  2500 gr
Suhu                              : 390 C
Nadi                                  : 160 x permenit
2.      Pemeriksaan fisik
a.       Kepala                         : semetris
Tidak ada caput
Tidak ada sepalhematom
Tidak ada kelainan pada kepala
b.      Muka                           : tidak kelainan
c.       Mata                            : bola mata melihat keatas
d.      Tangan dan kaki          : menjadi kaku di sertai gerakan  kejut
e.       Leher                           : tidak adak  bejolan kadaan – kadang  disertai
                                      muntah  dan nafas sejak berhenti
f.       Genatalia                     : normal
g.      Telinga                         : normal
h.      Badan                          : panas








BAB IV
PEMBAHASAN
Kejang adalah suatu perubahan fungsi pada otak secara mendadak dan sangat singkat atau sementara yang dapat di sebabkan oleh aktifitas otak yg abnormal seta adanya pelepasan listrik serebral yang sangat berlebihan.

Beberapa hal yg mungkin merupakan faktor penyebab kejang adalah sebagai berikut :
1.      Konflikasi pada saat hamilan dan melahirkan
a.                  Ibu tidak imunisasi tt sehingga dapat menyebab infeksi
b.                  Perdarahan pada saat usia kehamilan kurang dari 28 minggu ,sehingga  menyebab hipoksia
c.                  Gawat janin pada massa kehamilan dan persalinan yg mengharuskan dilakukannya induksi persalinan .kondisi dapat disebabkan asfiksia.
d.                 Alat –alat di gunakan untuk proses pertolongan persalinan tidak steril sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi .
e.                  .Persalinan dengan tindakan (vacuum  ekstraksi ,cunam dan forcep dapat di sebabkan tauma susunan safat pusat .
f.                   Trauma pada janin selama dalam kandungan atau selama persalinan dapat menyebabkan perdarahan intrakranial .
g.                  Ibu hamil menderi DM


2.      Kelainan metabolisme seperti hipoglikemia ,hipokalsemia ,hipomagnesemia,hiponatremia ,hiperbilirubinemia ,ketergantungan piridoktrin dan kelainan asam amino
Penanganan pada kasus diatas dengan pemberian berikan pengobatan penurun panas kepada bayi berikan komres kepada bayi kemudian bidan diatas sudah benar planing yang akan dilakukan yaitu dengan menjelaskan kepada ibu bahwa bayi yang telah mengalami kenjang .serta menjelaskan kepada ibu merakukan perawatan kepada bayi tersebut.
















MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI “I”
UMUR 3 HARI DENGAN KEJANG
 DATA DASAR
Data Subjektif
a.       Ny x mengatakan anak rewel malas menyusui
b.      Ny x mengatakan panas sejak dua hri yg lalu
c.       Ny x mengatakan dia khawatir dengan keadaan anaknya
Data Objektif
Pemerikaan umum
Ku : lemah
Bb: 2500 gr
N : 160 x/i
S : 39.0 c
Pemeriksaan fisik
1.      Kepala                : tidak ada kelainan
2.      Muka                   : tidak kelainan
3.      Mata                    : bola mata melihat keatas
4.      Tangan dan kaki : menjadi kaku di sertai gerakan  kejut
5.      Heher                  : tidak adak  bejolan
6.      Kadaan – kadang  disertai muntah dan nafas sejak berhenti
7.      Genatalia             : normal
8.      Telinga                 : normal
9.      Badan                  : panas
INTERPRETASI DATA
       Bayi Ny X berumur 1 minggu dengan kejang
Dasa subjektif
a.       Ibu mengatakan melahir dengan bidan pada tanggal  30 November 2014
b.      Ibu mengatakan bayi rewel ,bola mata melihat keatas demam ,kaki dan tangan kaku dan terkejut
Data objektif :
  Keadaan umum : lemah
       Pada badan bayi telihat panas , mata bayi melihat ke atas , kaki dan tangan kaku sering  kejut
Masalah
Suhu tubuh meningkat tanangan dan kaki kaku sering terkejut ,bola mata melihat ke atas ibu tidak bisa merawat bayi nya



Kebutuhan
1)      Penyuluhan tentang kejang
2)      Ajurkan janga panik ,pidah anak ketempat yang ama jauh benda yg berbahaya
3)      Longgar pakaiannya dan lepas kan semua yg menghambat saluran nafas
4)      Kompres dengan kain yg diredam dengan air hangat
5)      Penyuluhan tentang imunisasi
DIAGNOSA/ TIDAKAN MASALAH POTENSIAL SEGERA
Untuk saat ini tidak ada dilakukan tindakan segera
INTERVENSI
a.        memberikan tahun ibu dan keluarga hasil pemerikasaan
b.      Mengajarkan ibu dan keluarga cara mencegah kejang
c.       Memberikan informasi tentang imunisasi
d.      Menyarakan ibu memberikan ASI  yang adekuat
e.       Menjelah tanda –tanda kejang

IMPLEMENTASI
a.       Memberikan tahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan
b.      Mengajar ibu dan keluarga tentang kejang
c.       Memberikan penyuluhan tentang imunisasi
d.      Menasehati ibu agar memberikan ASI adekuat
e.       Memberikan penjelasan tenatang kejang
EVALUASI
a.       Ibu mengerti dengan penjelasan hasil pemeriksaan
b.      Ibu paham tentang bagaimana cara mengatasi kejang
c.       Ibu paham tentang imunisasi
d.      Ibu mau menyusui anak
e.       Ibu pahan tentang tanda – tanda kejang












BAB V
PENUTUP

5.1  Kesimpulan
Kejang adalah suatu perubahan fungsi pada otak secara mendadak dan sangat singkat atau sementara yang dapat di sebabkan oleh aktifitas otak yg abnormal seta adanya pelepasan listrik serebral yang sangat berlebihan . Konflikasi pada saat hamilan dan melahirkan
a.       Ibu tidak imunisasi TT sehingga dapat menyebab infeksi
b.      Perdarahan pada saat usia kehamilan kurang dari 28 minggu ,sehingga menyebab hipoksia
c.       Gawat janin pada massa kehamilan dan persalinan yg mengharuskan dilakukannya induksi  persalinan .kondisi dapat disebabkan asfiksia.
d.      Alat –alat di gunakan untuk proses pertolongan persalinan tidak steril sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi .
e.       Persalinan dengan tindakan (vacuum  ekstraksi ,cunam dan forcep dapat di sebabkan tauma susunan safat pusat .
f.       .Trauma pada janin selama dalam kandungan atau selama persalinan dapat menyebabkan perdarahan intrakranial .
g.      Ibu hamil menderi DM


5.2  Saran
Setiap bayi baru lahir beresiko mengalami kejam untuk itu diharapkan kepada bidan dan ibu hamil untuk mengetahui gejala dari kejang dan pencegahannya.
Bagi bidan :
Diharapakan bidam meningkatkan taraf  kesehatan masyarakat yaitu dengan meningkatkan pelayanan kesehatan kesehatan kusus dalam pengembangan pendidikan kesehatan
Bagi ibu :
Menyarankan ibu untuk cuci tangan sebelum dan sesudah  memegang bayi dan susuilah bayi sesering mungkin .












DAFTAR PUSTAKA

Asuhan Neonatus Bayi Dan Anak Balita ,Vivian Nanny Lia Dewi –Jakarta : Salemba
Medika. 2010.
Manajemen Terpadu Bayi Muda  Umur 1 Hari Sampai 2 Bulan
Asuhan Neonatus ,Bayi  dan Balita ,Cv Trans  Info Media  2011,Penulis  Dwi Maryanti,
S.SIT, Sujianti ,SST, Tri Budiarti ,SST
Staf Pengajar IKA FKUI.1985. Ilmu Kesehatan Anak. Segi- Segi Praktis Ilmu Kesehatan
    Anak  Jakarta 1984 M.Rachman ,M.T.Dardjat










Tidak ada komentar:

Posting Komentar