BAB I
PENDAHULUAN
Kejang adalah suatu perubahan fungsi
pada otak secara mendadak dan sangat singkat atau sementara yang dapat di
sebabkan oleh aktifitas otak yg abnormal seta adanya pelepasan listrik serebral
yang sangat berlebihan .
Terjadinya
kejang dapat disebabkan oleh malformasi otak congenital ,faktor genetis atau
adanya penyakit seperti meningitis ,ekselalitis serta demam yang tinggi atau
dapat dengan denga istilah kejang demam ,dangguan metabolisme trauma dan lain
sebagainya .apabila kejang bersifat kronis dapat dikatakan sebagai epilepsi
yang terjadi secara kronis dapat dikatakan sebagai epilepsi yang terjadi secara
berulang –ulang dengan sendirinya.
1.2 Rumusan Masalah
a) Apa
yang di maksud dengan kejang neonatorum ?
b) Apa saja
klasifikasi dari kejang neonatorum ?
c) Apa saja
factor dari kejang neonatorum ?
d) Bagaimana
dan apa saja penatalaksanaan dari kejang neonatorum ?
1.3 Tujuan
a) Untuk mengetahui
definisi kejang neonatorum.
b) Untuk mengetahui apa saja klasifikasi
dari kejang neonatorum
c) Untuk
mengetahui apa saja factor dari kejang neonatorum
d) Untuk
mengetahui apa saja dan bagaimana penatalaksanaan kejang
pada neonatus.
BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1
Definisi
Suatu
aritmia serebra Kejang pada neonatus
(bayi baru lahir ) berbeda
dengan bayi lebih besar atau anak dalam bentuk klinik ,
minggu.Kebanyakan kejang pada BBL timbul selama beberapa hari. Sebagian kecil
dari bayi tersebut akan mengalami kejang lanjutan dalam kehidupannya kelak. Kejang pada
neonatus relatif sering dijumpai dengan manifestasi klinis yang bervariasi.
Timbulnya sering merupakan gejala awal dari gangguan neurologi dan dapat
terjadi gangguan pada kognitif dan perkembangan jangka panjang.
Kejang pada
bayi baru lahir adalah
a) Kejang yang terjadi pada bayi sampai
dengan usia 28 hari
b) Kejang pada BBL merupakan
keadaan darurat karena kejang merupakan suatu tanda adanya penyakit sistem
sayarf pusat (SSP), kelainan metabolik atau penyakit lain.
c) Sering tidak dikenali
karena berbeda dengan kejang pada anak
d) Kejang umum tonik
klonik jarang terjadi pada BBL
e) Kejang berulang menyebabkan
berkurangnya oksigenisasi, ventilasi dan nutrisi otak
Kejang
adalah suatu aritma serebral. Kejang adalah perubahan secara tiba-tiba fungsi neurology
baik fungsi motorik maupun fungsi otonomik karena kelebihan pancaran listrik
pada otak (Buku Pelayanan Obstetric
Neonatal Emergensi Dasar).
Kejang
bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari gangguan saraf pusat,
lokal atau sistemik. Kejang ini merupakan gejala gangguan syaraf dan tanda
penting akan adanya penyakit lain sebagai penyebab kejang tersebut, yang dapat
mengakibatkan gejala sisa yang menetap di kemudian hari. Bila penyebab tersebut
diketahui harus segera di obati. Hal yang paling penting dari kejang pada bayi baru lahir adalah mengenal
kejangnya, mendiagnosis penyakit penyebabnya dan memberikan pertolongan
terarah, bukan hanya mencoba menanggulangi kejang tersebut dengan obat
antikonvulsan.
2.2 Bentuk
Klinik
1.Kejang Yang Hampir Terlihat (Subtle)
Gangguan fungsi batang otak ,gerakan
seperti mengisap,mengunyah ,gerakan bola mata /deviasi tonik bola mata
(jerking) ,mata mengedip-ngedip ,kelopak mata bergetar gerakan lidah dan gigi
.dapat juga kehilangan tonus otot ekstermitas secara tiba – tiba ,gerakan
seperti berenang dan dapat terjadi apnu .
1. Kejang
tonik
Khas
untuk bayi kurang bulan
2. Kejang
multifokal klonik
a. Sering
pada neonatus ,kejang klonik pada satu ekstremitas dan berpindah –pindah .
b. Hanya
terdapat pada bayi cukup bulan (NCB )
3. Kejang
mioklonik
a. Jarang
pada neonatus gerakan seperti reflek moro
b. Terdapat
kerusakan susunan saraf pusat yang luas
4. Kejang
umum klonik
Anoksia /ensefalopati
,perdarahan intra ventrikuler ,ven trikulitis ,porensefali (kelainan otak kongenital
) kejang tonik /mioklonik atau gerakan subtleapabila disertai kelainan
EEG,multifokal,datar dan berpriodik (prognosis buruk ).
Kejang fokal pada
neonatus tidak selalu terdapat kerusakan fokal otak ,malahan sering terjadi
akibat metabolik seperti .
a. Hipokalsemi
b. Hipoglikemia
c. Perdarahan
sub araknoid dan asfiksia ringan .
2.3
Diagnosa Banding
Kejang
a.
Cara melihat /gerakan
ekstraokules normal.
b.
Timbul dengan provokasi
rangsangan
c.
Gerakan yang dominan
adalah tremor ,pada kejang jerking .
d.
Gerakan dapat di
hentikan dengan fleksi pasif .
Dapat dilihat
pada bayi normal dengan hipoglikemia,hipokalse /hiperiritabilitas
neuromuskuler.sering pada bayi KMK (kurang masa kehamilan)
Keterangan
1) Asfiksia
perinatal
a. Penyebab kerjang terbanyak pada neonatal
(44-60%)
b. Menimbulkan
ensefalopati hipoksik-iskhemik
c. Kejang
timbul biasanya 72 jam pertama ,bersifat subtie
d. Tonik
atau multifokal klonik.kadang –kadang didahului apnu
e. Dapat
disertai gangguan metabolisme
2) Traumalahir
perdarahan intrakranial .
a. Biasanya
bersama keadaan asfiksia
b. Kelahiran
traumatik / perdarahan intraventrikuler pada bayi kurang bulan biasanya
bermanifestasi hanya de bagal RDS
c. Bila
disertai perdarahan di bagian susunan saraf pusat lain bayi dapat terlihat
sakit berat. Dengan tanda peningkatan tekanan intrakranial (kejang ,cerebral
cyr dan lain _ lain) liquor berdarah .
d. Hematoma
subdural jarang pada neonatus ,biasanya terdapat padakelahiran sungsang,bayi
cukup bulan bayi besar .kejang terjadi karena kontusio otak bersifat fokalisasi
.
Penatalaksanaan .Atasi
kejang dan perbaiki metabolisme.
3) Hiponatremia dan hipernatremia
Hiponatremia
adalah kadar Na dalam serum kurang dari 130 mEg/l. gejalanya adalah kejang, tremor. Hipertremia,
kadar Na dalam darah lebih dari 145 mEg/l. Kejang yang biasanya disebabkan oleh
karena trombosis vena atau adanya petekis dalam otak.
4) Defisiensi pirodiksin dan dependensi
piridoksisn
Merupakan
akibat kekurangan vitamin B6.gejalanya adalah kejang yang hebat dan tidak
hilang dengan pemberian obat anti kejang, kalsium, glukosa, dan lain-lain.
Pengobatan dengan memberikan 50 mg pirodiksin
5) Asfiksia
Suatu
keadaan bayi tidak bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir
etiologi karena adanya gangguan pertukaran gas dan transfer O2 dari
ibu ke janin.
6) Perdarahan intrakranial
Dapat
disebabkan oleh trauma lahir seperti asfiksia atau hipoksia, defisiensi vitamin
K, trombositopenia. Perdarahan
dapat terjadi sub dural, dub aroknoid, intraventrikulu, intraserebral. Biasanya
disertai hipoglikemia, hipokalsemia.Diagnosis yang tepat sukar ditetapkan,
fungsi lumbal dan offalmoskopi mungkin dapat membantu diagnosis.Terapi :
pemberian obat anti kejang dan perbaikan gangguan metabolism bila ada.
7) Infeksi
Infeksi
dapat menyebabkan kejang, seperti : tetanus dan meningitis.
Penyebab lain
a. Polisikemia
Biasanya
terdapat pada bayi berat lahir rendah,
infufisiensi placenta, transfuse dari bayi kembar yang satunya ke bayi kembar
yang lain dengan kadar hemoktrokit di atas 65%.
b. Kejang idiopatik
Tidak
memerlukan pengobatan yang spesifik, bila tidak diketahui penyebabnya berikan
oksigen untuk sianosisnya.
c. Toksin estrogen
Misalnya :
hexachlorophene
Sumber : segi-
segi praktis ilmu kesehatan anak jakarta
1984 m.rachman ,m.t.dardjat.
Di
sub bagian saraf anak bagian IKA FKUI-RSCM jakarta ,kriteria livingston
tersebut setelah dimodifikasi sebagai pedoman untuk membuat diagnosis kejang
demam sederhana ialah
a. Umur
anak ketika kejang antara 6 bulan dan 4 tahun
b. Kejang
berlangsung hanya sebentar saja , tidak lebih dari 15 menit
c. Kejang
bersifat umu
d. Kejang
timbul dalam 16 jam pertama setelah timbul demam
e. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal
f. Pemeriksaa
EEG yg dibuat sedikit 1 minggu sesudah
suhu normal tidak menunjukkan kelainan
g. Frekuensi
bangkitan kejang di dalam 1tahun tidak melebih 4 kali
Sumber segi –segi praktis ilmu kesehatan anak
Risiko
yang akan di hadapi oleh seorang sesudah kejang demam tergantung dari faktor
a. Riwayat penyakit kejang tanpa demam dalam keluarga
b. Kelainan
dalam perkembangan atau kelainan saraf sebelum anak menderita kejang demam
c. Kejang yang
berlangsung lama atau kejang fokal
Gejang
klinis
Dapat dibagi dua yaitu :
A. Disetai
kejang
1. Suhu
yg mendadak tinggi ,biasanya 39oc atau
lebih .
2. Kejang
umum atau fokal yang berlangsung agak lama (lebih dari setengah jam ) kejang
fokal yg terjadi sesuai dengan kelumpumpuhannya .
3. Kesadaran
yg sangat menurun menurun (koma )
4. Setelah
kesadaran agak membaik ,kelumpuhan setengah badan terjadi mula-mula sekumpulan
bersifat flasid,tetapi setelah 2 minggu timbul spastitistas .hemiplegia lebih
nyata pada anggota gerak atas dan muka
dibandingkan dengan anggota gerak bawah .makin lama dan makin hebat ke jangkan
dengan makin berat kelumpuhan yg terjadi
5. Kadang-kadang
terjadi hemianopsia dan afasia
6. Gangguan
perasaan terjadi bila kerusakan terdapat pada lobus parietalis .
Tanda
gejala
a.
Hemiplegia terjadi
mendadak tanpa didahului oleh kejang
b.
Kesadaran tetapi baik
atau menurun sebentar saja
c.
Sifat kelumpuhan sama
dengan yg disertai kejang
Komplikasi
a.
Gangguan perkembangan
mental
Retardasi
mental terdapat 30- 50% pada golongan yg disertai kejang sedangkan pada
golongan tanpa kejang retardasi mental tidak begitu nyata gangguan kelakuan
beru hiperkinetik sering terdapat .
b.
Epilepsi
Biasa
lebih besar dari pada 50 % dari golongan yg disertai dengan kejang kemudian
akan menderita epilepsi yg terdapat sifat grand mal ,psikomotor atau fokal .
c.
Gangguan berbicara
Bergantung
pada waktu bayiatau anak menderita kelumpulan .pada anak diatas umur 4 tahun
biasanya didapatkan kelainan berupa disfasia
d.
Gangguan saraf otak
Dapat
terjadi hemianopsia homonimus, starbismu konvergen ,gangguan menelan dan
sebagainya.
Obat
yang di pakai untuk epilepsi
|
Obat
|
Bentuk
kejang
|
Dosis
mg/ kgbb/harri
|
|
Fenobarbital
|
Semua
bentuk kejang
|
3-8
|
|
Dilantin
(difenilhidantoin )
|
Semua
bentu kejang kecuali bangkitan petit mal,mioklonik atau akinetik
|
5-10
|
|
Mysoline
(primidon)
|
Semua
bentuk kejang kecuali petit mal
|
12-25
|
|
Zarontin
(etosuksimid)
|
Petit
mal
|
20-60
|
|
Diazepam
|
Semua
bentuk kejang
|
0,2-0,5
|
|
Diamox
(asetasolamid )
|
Semua
bentuk kejang
|
10-90
|
|
Prednison
|
Spasme
infantil
|
2-3
|
|
Deksametason
|
Spasme
infantil
|
0,2-0,3
|
|
Adrenokortikotropin
|
Spasme
intantil
|
2-4
|
Staf pengajar IKA FKUI.1985. Ilmu
Kesehatan Anak
Jakarta:bagian IKA FKUI
Kejang pada neonatus suatu penyakit ,namun merupakan suatu gejala penting akan
adanya penyakit sebagai penyebab kejang atau adanya kelaianan saraf
pusat.penyebab utama kejang adalah kelainan bawaan di otak sedangkan penyebab
sekundernya adalah gangguan metabolik
atau penyakit lain seperti penyakit infeksi . di negara berkebang kejang
pada neonatus sering di sebabkan oleh
tetanus neonatorum,sepsis meningitis,ensefalitis ,perdarahan otak ,cacat bawaan
.
Penyebab
kejang pada neonatus ,baik primer maupun sekunder umumnya berkaitan eratdengan
kondisi bayi di dalam kandungan saat proses persalinan serta masa –masa bayi
baru lahir .kejang pada bayi baru lahir baru lahir di kenali karena bentuk
berbeda dengan kejang pada orang dewasa atau anak .hal tersebut di sebabkan
karena ketidakmatangan organ korteks pada bayi baru lahir .
Beberapa hal yg mungkin merupakan
faktor penyebab kejang adalah sebagai berikut
1. Konflikasi
pada saat hamilan dan melahirkan
a. Ibu
tidakimunisasi tt sehingga dapat menyebab infeksi
b. Perdarahan
pada saat usia kehamilan kurang dari 28 minggu ,sehingga menyebab hipoksia
c. Gawat
janin pada massa kehamilan dan persalinan yg mengharuskan dilakukannya
induksi persalinan .kondisi dapat
disebabkan asfiksia.
d. Alat
–alat di gunakan untuk proses pertolongan persalinan tidak steril sehingga
dapat menyebabkan terjadinya infeksi .
e. Persalinan
dengan tindakan (vacuum ekstraksi ,cunam
dan forcep dapat di sebabkan tauma susunan safat pusat .
f. .Trauma
pada janin selama dalam kandungan atau selama persalinan dapat menyebabkan
perdarahan intrakranial .
g. .Ibu
hamil menderi DM
2. Kelainan
metabolisme seperti hipoglikemia ,hipokalsemia ,hipomagnesemia ,hiponatremia
,hiperbilirubinemia ,ketergantungan piridoktrin dan kelainan asam amino
Sumber: asuhan neonatus bayi dan anak balita ,vivian nanny
lia dewi –jakarta :salenda medika 20 10.
Memeriksa dan mengklasifikasi kejang
a. Dilakukan pada semua bayi muda
ketika kejang kunjungan rumah atau bayi muda datang klinik .
b. Kejang adalah gejala kelainan susunan
saraf pusat (SSP) dan merupakan keadaan darurat .
c. Kejang pada umur > 2hari dikaitan
dengan tetanus neonaturum infeksi dan kelainan metaolik seperti kurangnya kadar
gula darah .
d. Pada bayi kurang bulan ,kejang lebih
sering disebabkan oleh perdarahan intrakranial .
e. Di indonesia ,kejang pada bayi muda sering di sebabkan oleh
tetanus neonaturum ,sepsis ,mengitis ,ensefalitis perdarahan otak dan akibat
cacat bawaan .
f. Tanda /gejala klinis kejang pada
bayi muda sangat bervariasai bahkan kadang sulit dibedakan denga gerakan normal
.
g. Meskipun demikian jika saudara
menjumpai gejala /gerakan yang tidak bisa terjadi secara berulang –ulang dan
periodik ,saudara harus memikirkan kemungkinan bayi kejang
Memeriksa kejang
1. Tanya
2. Lihat ,dengar ,raba
3. Apakah ada riwayat kejang
Adakah tanda/gejala kejang berikut :
1. Tremor dengan atau tanpa kesadaran
menurun
2. Mengangis melengking tiba-tiba
3. Gerakan yg tidak terkendali pada
mulut ,mata ,atau anggota gerak
4. Mulut mencucu
5. Kaku seluruh badabn dengan atau
tanpa rangsangan
Klasifikasi kejang
Klasifikasi kejang jika bayi
mempunyai tanda/gejala berikut .pada dengan klasifikasi kejang harus segera
dilakukan tindakan / pengobatan dan di rujuk.
Sumber
: manajemen terpadu bayi muda umur 1
hari sampai 2 bualan
BAB III
TINJAU
KASUS
Ny
x datang padang tanggal 6 desember 2014 ny x datang bersama suami dan bayinya
.ny x mengatakan anak panas tinggi sejak dua hari yg lalu bayi rewel dan malas
menyusui, mata melihat
keatas ,tangan dan kaki karu ny x mengatakan bersalin pada tanggal 30
november 2014 ny x melahiran dengan seorang bidan bayi bbl 2700 gr bb sekarang
2500 gram nadi 160 kali /menit .suhu 39,0 c keadan bayi terlihat lemas dan lesu
ibu khawatir terjadi sesuatu yg berbahays pada bayinya.
Format
pengajian
Data subjektif
1. Pengajian
I.
Identitas pasien
Nama :
Bayi I
Umur :
3 hari
Jenis kelamin : laki – laki
Tanggal / jam lahir : 30 November 2014
II.
Identitas orang tua /
penanggung jawab :
Nama : Ny X
Umur : 26 tahun
Agama : islam
Pendidikan : smp
Pekerjaan : ibu rumah tangga
Suku / bangsa :
indonesia
Alamat : sungai penuh
III.
Amanmesa
1. Keluhan
utama :
2. Lamanya : sejak 2 hari yang lalu
3. Riwaya
kesehatan anak dan balita :ny mengatakan bayi rewel ,masal menyusui dan
badannya panas, kaki dan tanga kaku dan sering terkejut
4. Riwajat
kesehatan lanjut : bayin lahir normal ,tidak ada kelainan
5. Riwayat
kehamilan :
Hamil ke : 1
Jenis persalinan : normal
Penolong pesalinan : bidan
IV.
Imunisasi : Ibu mengatakan udah mendapat imunisasi
V.
Aktifitas :
Melemah dan mengangis terus
VI.
Riwayat psikologi
:Ibu merasa khawatir dengan keadaan bayinya .
A. Data
objektif
1. Pemeriksaan
umum
KU : lemah
Kemampuan mengisap :
lemah
BB : menurun 2500 gr
Suhu : 390 C
Nadi : 160 x permenit
2. Pemeriksaan
fisik
a. Kepala
:
semetris
Tidak ada caput
Tidak ada sepalhematom
Tidak ada kelainan pada
kepala
b.
Muka :
tidak kelainan
c.
Mata :
bola mata melihat keatas
d.
Tangan dan kaki : menjadi kaku di sertai gerakan kejut
e.
Leher : tidak adak bejolan kadaan – kadang disertai
muntah dan nafas sejak berhenti
f.
Genatalia : normal
g.
Telinga :
normal
h.
Badan :
panas
BAB
IV
PEMBAHASAN
Kejang adalah suatu perubahan fungsi pada otak secara
mendadak dan sangat singkat atau sementara yang dapat di sebabkan oleh
aktifitas otak yg abnormal seta adanya pelepasan listrik serebral yang sangat
berlebihan.
Beberapa
hal yg mungkin merupakan faktor penyebab kejang adalah sebagai berikut :
1. Konflikasi
pada saat hamilan dan melahirkan
a.
Ibu tidak imunisasi tt
sehingga dapat menyebab infeksi
b.
Perdarahan pada saat
usia kehamilan kurang dari 28 minggu ,sehingga
menyebab hipoksia
c.
Gawat janin pada massa
kehamilan dan persalinan yg mengharuskan dilakukannya induksi persalinan
.kondisi dapat disebabkan asfiksia.
d.
Alat –alat di gunakan
untuk proses pertolongan persalinan tidak steril sehingga dapat menyebabkan
terjadinya infeksi .
e.
.Persalinan dengan
tindakan (vacuum ekstraksi ,cunam dan
forcep dapat di sebabkan tauma susunan safat pusat .
f.
Trauma pada janin
selama dalam kandungan atau selama persalinan dapat menyebabkan perdarahan
intrakranial .
g.
Ibu hamil menderi DM
2. Kelainan
metabolisme seperti hipoglikemia ,hipokalsemia ,hipomagnesemia,hiponatremia
,hiperbilirubinemia ,ketergantungan piridoktrin dan kelainan asam amino
Penanganan
pada kasus diatas dengan pemberian berikan pengobatan penurun panas kepada bayi
berikan komres kepada bayi kemudian bidan diatas sudah benar planing yang akan
dilakukan yaitu dengan menjelaskan kepada ibu bahwa bayi yang telah mengalami
kenjang .serta menjelaskan kepada ibu merakukan perawatan kepada bayi tersebut.
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI “I”
UMUR 3 HARI DENGAN KEJANG
DATA
DASAR
Data
Subjektif
a. Ny
x mengatakan anak rewel malas menyusui
b. Ny
x mengatakan panas sejak dua hri yg lalu
c. Ny
x mengatakan dia khawatir dengan keadaan anaknya
Data
Objektif
Pemerikaan umum
Ku : lemah
Bb: 2500 gr
N : 160 x/i
S : 39.0
c
Pemeriksaan
fisik
1. Kepala : tidak ada kelainan
2. Muka : tidak kelainan
3. Mata : bola mata melihat keatas
4. Tangan
dan kaki : menjadi kaku di sertai gerakan
kejut
5. Heher : tidak adak bejolan
6. Kadaan
– kadang disertai muntah dan nafas sejak
berhenti
7. Genatalia : normal
8. Telinga : normal
9. Badan : panas
INTERPRETASI DATA
Bayi
Ny X berumur 1 minggu dengan kejang
Dasa
subjektif
a. Ibu
mengatakan melahir dengan bidan pada tanggal
30 November 2014
b. Ibu
mengatakan bayi rewel ,bola mata melihat keatas demam ,kaki dan tangan kaku dan
terkejut
Data
objektif :
Keadaan
umum : lemah
Pada badan bayi telihat
panas , mata bayi melihat ke atas , kaki dan tangan kaku sering kejut
Masalah
Suhu tubuh meningkat tanangan dan kaki
kaku sering terkejut ,bola mata melihat ke atas ibu tidak bisa merawat bayi nya
Kebutuhan
1) Penyuluhan
tentang kejang
2) Ajurkan
janga panik ,pidah anak ketempat yang ama jauh benda yg berbahaya
3) Longgar
pakaiannya dan lepas kan semua yg menghambat saluran nafas
4) Kompres
dengan kain yg diredam dengan air hangat
5) Penyuluhan
tentang imunisasi
DIAGNOSA/ TIDAKAN
MASALAH POTENSIAL SEGERA
Untuk saat ini tidak ada dilakukan
tindakan segera
INTERVENSI
a.
memberikan tahun ibu dan keluarga hasil
pemerikasaan
b.
Mengajarkan ibu dan
keluarga cara mencegah kejang
c.
Memberikan informasi
tentang imunisasi
d.
Menyarakan ibu
memberikan ASI yang adekuat
e.
Menjelah tanda –tanda
kejang
IMPLEMENTASI
a.
Memberikan tahu ibu dan
keluarga hasil pemeriksaan
b.
Mengajar ibu dan
keluarga tentang kejang
c.
Memberikan penyuluhan
tentang imunisasi
d.
Menasehati ibu agar
memberikan ASI adekuat
e.
Memberikan penjelasan
tenatang kejang
EVALUASI
a.
Ibu mengerti dengan
penjelasan hasil pemeriksaan
b.
Ibu paham tentang
bagaimana cara mengatasi kejang
c.
Ibu paham tentang
imunisasi
d.
Ibu mau menyusui anak
e.
Ibu pahan tentang tanda
– tanda kejang
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Kejang
adalah suatu perubahan fungsi pada otak secara mendadak dan sangat singkat atau
sementara yang dapat di sebabkan oleh aktifitas otak yg abnormal seta adanya
pelepasan listrik serebral yang sangat berlebihan .
Konflikasi pada saat hamilan dan melahirkan
a. Ibu
tidak imunisasi TT sehingga dapat menyebab infeksi
b. Perdarahan
pada saat usia kehamilan kurang dari 28 minggu ,sehingga menyebab hipoksia
c. Gawat
janin pada massa kehamilan dan persalinan yg mengharuskan dilakukannya
induksi persalinan .kondisi dapat
disebabkan asfiksia.
d. Alat
–alat di gunakan untuk proses pertolongan persalinan tidak steril sehingga
dapat menyebabkan terjadinya infeksi .
e. Persalinan
dengan tindakan (vacuum ekstraksi ,cunam
dan forcep dapat di sebabkan tauma susunan safat pusat .
f. .Trauma
pada janin selama dalam kandungan atau selama persalinan dapat menyebabkan
perdarahan intrakranial .
g. Ibu
hamil menderi DM
5.2
Saran
Setiap
bayi baru lahir beresiko mengalami kejam untuk itu diharapkan kepada bidan dan
ibu hamil untuk mengetahui gejala dari kejang dan pencegahannya.
Bagi bidan :
Diharapakan bidam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat yaitu dengan
meningkatkan pelayanan kesehatan kesehatan kusus dalam pengembangan pendidikan
kesehatan
Bagi ibu :
Menyarankan ibu untuk cuci tangan sebelum dan
sesudah memegang bayi dan susuilah bayi
sesering mungkin .
DAFTAR PUSTAKA
Asuhan Neonatus Bayi Dan Anak Balita
,Vivian Nanny Lia Dewi –Jakarta : Salemba
Medika. 2010.
Manajemen Terpadu Bayi Muda Umur 1 Hari Sampai 2 Bulan
Asuhan Neonatus ,Bayi dan Balita ,Cv Trans
Info Media 2011,Penulis Dwi Maryanti,
S.SIT, Sujianti
,SST, Tri Budiarti ,SST
Staf Pengajar IKA FKUI.1985. Ilmu
Kesehatan Anak. Segi- Segi Praktis Ilmu Kesehatan
Anak Jakarta 1984
M.Rachman ,M.T.Dardjat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar