Selasa, 26 Mei 2015

asuhan intranatal di kebidanan komunitas


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dalah pertolongan persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten, yaitu dokter sepesialis kebidanan, dokter umum dan bidan. Tenaga kesehatan yang dapat memberikan pertolongan persalinan kepada masyarakat adalah dokter sepesialis kebidanan, dokter umum, dan bidan.Pada kenyataan dilapangan, masih terdapat penolong persalinan yang bukan tenaga kesehatan, dan dilakukan diluar fasilitas pelayanan kesehatan. Secara bertahap seluruh persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fsailitas pelayanan kesehatan.
Dengan memberikan asuhan intranatal yang tepat dan sesuai dengan standar, diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pendekatan yang membutuhkan kemampuan analisis yang berhubungan dengan aspek sosial, nilai-nilai dan budaya setempat.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalah  dari penulisan yaitu : bagaimana memberikan asuhan intranatal di kebidanan komunitas ?

C.    Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut tujuan dari penulisan yaitu : Untuk mengetahui dan memahami, serta mampu memberikan asuhan intranatal di kebidanan komunitas.

D.    Manfaat Penulisan 
a.       Bagi penulis
Memberikan pengalaman dan mengembangkan kemampuan ilmiah dalam belajar yang merupakan modal untuk melaksanakan pembelajaran dan perkuliahan baik sekarang maupun dimasa yang akan datang.
b.      Bagi pembaca
Agar dapat dijadikan sebagai bahan dalam pembelajaran dan perkuliahan dan agar pembaca lebih memiliki  pengalaman dan mengembangkan kemampuan ilmiahnya.
c.       Bagi institusi pendidikan
Sebagai indikator dalam mengevaluasi proses akademik yang sedang berlangsung dan memberikan masukan pengetahuan dalam ilmu kebidanan. 

















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian
Asuhan Intranatal adalah asuhan atau pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pelayanan persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten, yaitu dokter spesialis kebidanan, dokter umum dan bidan. Tenaga kesehatan yang dapat memberikan pertolongan persalinan kepada masyarakat adalah: dokter spesialis kebidanan, dokter umum dan bidan. Pada kenyataan dilapangan, masih terdapat penolong persalinan yang bukan tenaga kesehatan, dan dilakukan di luar fasilitas pelayanan kesehatan. Secara bertahap seluruh persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

B.     Falsafah Ibu Bersalin Di Komunitas
1.        Bidan meyakini bahwa setiap individu  berhak untuk merasa aman,puas terhadap pelayanan masyarakat.
2.        Yakin bahwa proses kehamilan dan persalinan dapat di tingkatkan kualitasnya melalui pendidikan,kesehatan dan intervensi berbentuk dukungan.
3.        Asuhan bulin yang berfokus pada kebutuhan individu dan keluarganya baik emosi,fisik dan sosial
4.        Asuhan di berikan secara terus menerus yang menekankan pada aspek keamanan menajemen klinis yang sesuai standar.

C.    Tujuan Asuhan Intranatal
1.      Memastikan persalinan yang telah direncanakan
2.      Memastikan persiapan persalinan bersih, aman, dan dalam suasana yang menyenangkan
3.      Mempersiapkan transportasi, serta biaya rujukan apabila diperlukan.


D.    Pelayanan Kebidanan Komunitas
1.      Standar pelayanan kebidanan
a.       Asuhan saat persalinan
Bidan menilai secara tepat bahwa persalinan sudah mulai, kemudianmemberikan asuhan dan pemantauan yang memadahi, denganmemperhatikan kebutuhan klien, selama proses persalinan berlangsung
b.      Persalinan yang aman
Bidan melakukan pertolongan persalinan yang aman dengan sikap sopandan penghargaan terhadap klien serta memperhatikan tradisi setempat.
c.       Pengeluaran plasenta dengan penegangan tali pusat
Bidan melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk membantupengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap
d.        Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi.
Bidan mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin pada kala II yanglama, dan segera melakukan episiotomi dengan aman untuk memperlancarpersalinan, diikuti dengan penjahitan perineum

2.      Persiapan
a.      Persiapan Bidan
Sampai saat ini belum ada pendidikan khusus untuk menghasilkan tenagabidan yang berkerja di komunitas. di indonesia pendidikan bidan yang adasekarang diarahkan untuk menghasilkan bidan yang mampu bekerja di desa.Bidan yang bekerja di desa, puskesmas, maupun puskesmas pembantudilihat dari tugas-tugasnya berfungsi sebagai bidan komunitas. Persiapan bidandalam memberikan asuhan intranatal di komunitas adalah harus mempersiapkandiri sebaik-baiknya terutama dari segi kompetensi, sehingga dapat memberikanpelayanan persalinan yang bersih dan aman serta tahu saat yang dapat untuk merujuk kasus-kasus kegawatdaaruratan. Dengan demikian bisa menyelamatkanibu dan bayi dan dapat menurunkan AKI. Persiapan bidan meliputi:
                                                  i.      Menilai secara tepat bahwa persalinan sudah dimulai, kemudianmemberikan asuhan dan pemantauan yang memadai denganmemperhatikan kebutuhan ibu selama proses persalinan.
                                                ii.      Mempersiapkan ruangan yang hangat dan bersih serta nyaman untuk persalinan dan kelahiran bayi.
                                              iii.      Persiapan perlengkapan, bahan-bahan dan obat-obatan yang diperlukandan pastikan kelengkapan jenis dan jumlah bahan-bahan yang diperlukanserta dalam keadaan siap pakai pada setiap persalinan dan kelahiran bayi.
                                              iv.      Mempersiapkan persiapan rujukan bersama ibu dan keluarganya. Karena jika terjadi keterlambatan untuk merujuk ke fasilitas yang lebih memadai dan membahayakan keselamatan ibu dan bayinya. Apabila itu dirujuk,siapkan dan sertakan dokumentasi asuhan yang telah diberikan.
                                                v.      Memberikan asuhan sayang ibu, seperti memberi dukungan emosional,membantu pengaturan posisi ibu, memberikan cairan dan nutrisi,memberikan keleluasan untuk menggunakan kamar mandi secara teratur,serta melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman denganteknik pencegahan infeksi
b.      Persiapan rumah dan lingkungan
Ruangan atau lingkungan dimana proses persalinan akan berlangsung harus memiliki:
a.         Tersedia ruangan yang bersih dan layak 
b.         Terdapat sumber air bersih, air panas dan air dingin
c.         Tersedianya penerangan yang baik, ranjang sebaiknya diletakan ditengah-tengah ruangan agar mudah didekati dari kiri maupun kanan,dan cahaya sedapat mungkin tertuju pada tempat persaalinan.
d.        Terdapat fasilitas telepon yang bisa diakses untuk menghubungi ambulan jika diperlukan saat melakukan rujukan atau tersedianya mobil yang bisadigunakan saat diperlukan untuk merujuk.Persiapan untuk mencegah terjadinya kehilangan panas tubuh berlebihan,perlu disiapkan juga lingkungan yang sesuai bagi bayi baru lahir denganmemastikan bahwa ruangan bersih, hangat, pencahayaan yang cukup dan bebasdari tiupan angin. Apabila lokasi tempat tingggal ibu di daerah pegunungan atauyang beriklim dingin, sebaiknya sediakan minimal 2 selimut, kain atau handuk yang kering dan bersih untuk mengeringkan dan menjaga kehangatan tubuh bayi.
Pada intinya untuk persiapan Rumah dan lingkungan dapat dibedakan menjadi berikut :
                                                              i.      Situasi dan Kondisi
Situasi dan kondisi yang harus diketahui oleh keluarga, yaitu : 
a)Rumah cukup aman dan hangat
b)Tersedia ruangan untuk proses persalinan
c)Tersedia air mengalir
d)Terjamin kebersihannya
e)Tersedia sarana media komunikasi

                                                            ii.      Rumah
Tugas bidan adalah mengecek rumah sebelum usia kehamilan 37 minggu dan syarat rumah diantaranya :
a)Ruangan sebaiknya cukup luas
b)Adanya penerangan yang cukup
c)Tempat nyaman
d)Tempat tidur yang layak untuk proses persalinan

c.       Persiapan alat / bidan kit
Perlengkapan yang harus disiapkan oleh keluarga untuk melakukan persalinan di rumah : 
1.         Persiapan untuk pertolongan persalinan
·         Tensimeter
·         Stetoskop
·         Monoaural
·         Jam yang mempunyai detik
·         Termometer
·         Partus set
·         Heacting set
·         Bahan habis pakai ( injeksi oksitosin,lidokain,kapas,kasa,detol/lisol)
·         Set kegawatdaruratan
·         Bengkok
·         Tempat sampah basah,kering dan tajam
·         Alat –alat proteksi diri

d.      Persiapan  ibu dan keluarga
Persalinan adalah saat yang menegangkan bahwa dapat menjadi saat yang menyakitkan dan menakutkan bagi ibu. Upaya untuk mengatasi gangguan emosional dan pengalaman yang menegangkan dapat dilakukan dengan asuhan sayang ibu selama proses persalinan. Adapun persiapan ibu dan keluarga diantaranya:
1.      Waskom besar
2.      Tempat/ember untuk penyediaan air
3.      Kendil atau kwali untuk ari-ari
4.      Tempat untuk cuci tangan (air mengalir)+sabun+handuk kering
5.      Satu kebaya (daster)f
6.      Dua kain panjang, satu untuk ibu dan satu untuk ditaruh diatas alas plastik atau karet.
7.      BH menyusui
8.      Pembalut
9.      Satu handuk 
10.  Sabun
11.  Dua waslap.
12.  Perlengkapan pakaian bayi
13.  Selimut bayi
14.  Kain halus atau lunak untuk mengeringkan dan membungkus bayi




E.     Intranatal Di Rumah
1.        Asuhan Persalinan Kala I
Pemberian asuhan persalian kala I bertujuan untuk memberikan pelayanan kebidanan yang memadai dalam pertolongan persalinan yang bersih dan aman. Ada tugas dan proses/ langkah-langkah yang harus di lalui dalam memberikan asuhan persalinan pada Kala I. Tugas dan proses tersebut seperti yang dijabarkan di bawah ini :
·         Melakukan penilaian secara tepat kapan persalinan dimulai
·         Mampu memberikan asuhan yang memadai dengan memperhatikan kebutuhan ibu.
·         Terampil dalam melakukan pertolongan persalinan
·         Menghargai hak dan pribadi ibu serta tradisi setempat.
·         Mengizinkan adanya pendamping.
Sebelum bidan melakukan menajemen asuhan kala I, bidan perlu mengingat tentang konsep  sayang ibu, rujuk apabila partograf melewati garis waspada atau da kejadian-kejadian penting lain, serta lakukan observasi ketat apabila didapatkan penyimpangan dalam partograf.
Langkah-langkah asuhan intranatal kala I meliputi :
·         Mengizinkan ibu memilih pendamping persalinan;
·         Bidan harus segera datang kerumah ibu apabila dipanggil;
·         Memperhatiakan proses pencegahan infeksi;
·         Melakukan anamnesis secara lengkap tentang kehamilan ibu;
·         Melakukan pemeriksaan fisik secara lengkap;
·         Melakukan pemeriksaan dalam sesuai kebutuhan/indikasi;
·         Melakukan pemantauan kemajuan persalinan menggunakan partograf;
·         Dokumentasikan secara lengkap semua kejadian dalam lembar observasi dan partograf;
·         Berikan dukaungan moral pada ibu,suami, dan keluarga;
·         Libatkan keluarga secara aktif dalam proses persalinan;
·         Jelaskan proses persalianan yang sedang berlangsung dan beritahu setisp kemajuan;
·         Lakukan manajemen nyeri non farmakologi (masase punggung, relaksasi, dan lain-lain);
·         Lakukan persiapan untuk pertolongan persalinan.

2.        Asuahan Persalinan Kala II
Manajemen asuhan persalianan kala II bertujuan untuk memsatikan proses persalinan aman, baik untuk ibu dan bayi, tugas yang harus dilakukan bidan dalam asuhan kala II adalah sebagai berikut :
·         Melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman;
·         Menghargai hak ibu secara pribadi;
·         Menghargai tradisi setempat;
·         Mengizinkan ibu untuk memilih pendamping persalianan;
Langkah-langkah asuahan intranatal kala II yaitu sebagai berikut :
·         Berikan pendampingan dan hargai ibu selama proses persalinan;
·         Memsatikan tersedianya ruangan dibutuhkan;
·         Cuci tangan dengan air mengalir sebelum dan setelah melakukan tindakan;
·         Bantu ibu untuk memilih posisi yang diinginkan;
·         Kosongkan kantong kemih setiap 2 jam;
·         Anjurkan ibu mengejan hanya jika ada dorongan ingin mengejan;
·         Berikan pujian kepada ibu;
·         Berikan minum yang mengandung gula, pada saat tidak ada his;
·         Lakukan observasi ketat denyut jantung janin setiap tidak ada his, jika terjadi gawat janin percepat persalinan dengan melakukan episiotomi;
·         Hindari peregangan vagina secara manual;
·         Lakukan pertolongan persalinan sesuai dengan standar normal (APN);
·         Apabila rektum ibu mengeluarkan feses, bersihkan dengan kain bersih;
·         Lakukan inisiasi menyusui dini;
·         Berikan injeksi fitamin K pada paha bayi;
·         Berikan salep mata pada bayi;
·         Dokumentasikan secara lengkap semua temuan;
 Hal-hal yang menjadi perhatian bidan pada saat memberikan asuhan intranatal  kala II antaralain sebagai berikut :
·         Hindari untuk meminta ibu mengejan jika dalam posisi terlentang;
·         Ingat tiga bersih, yaitu bersih alat, tempat persalinan, pengikat dan pemotong tali pusat;
·         Pimpin ibu mengejan jika ada keinginan untuk mengejan;
·         Hindari intervensi apabila tidak dibutuhkan;
·         Terapkan konsep sayang ibu;
·         Lakuakan pengambilan keputusan sesegera mungkin apabila diperlukan rujukan.
3.          Asuhan Persalinan Kala III
Asuhan persalinan pada kala III merupakan hal penting, mengingat salah satu penyebab kematian ibu adalah perdarahan. Oleh karena itu, dalam asuhan kala III ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu bidan sebagai penolong persalinan harus terlatih dan terampil melakukan manajemen aktif kala III, tersedianya peralatan dan perlengkapan manajemen aktif kala III dan pencegahan infeksi, tersedianya obat-obatan dan metode efektif untuk penyimpanan , serta sistem rujukan untuk kegawatdaruratan obstetri yang efektif.
Asuhan persalinan kala III diberikan dengan tujuan untuk membantu mengeluarkan plasenta dan selaput janin secara lengkap, mengurangi kejadian perdarahan pasca-salin, memperpendek kala III, mencegah terjadinya komplikasi, dan mencegah terjadinya retensio plasenta. Dalam hal ini bidan mepunyai tugas rutin, yaitu melakukan penatalaksanaan aktif persalinan kala III (manajemen aktif kala III). Hal-hal yang yang menjadi perhatian bidan pada saat memberikan asuhan intranatal kala III adalah sebagai berikut :
·         Penyimpanan oksitosin harus didlam lemari es pada suhu 2-80C dan hindarkan dari paparan cahaya secara langsung.
·         Pada suhu 300C oksitosin dapat bertahan selama 1 bulan, dan pada suhu 400C oksitosin dapat bertahan selama 2 minggu.
·         Tidak dianjurkan untuk memberikan ergometrin atau metergin sebelum bayi lahir.
·         Tanda-tanda pelepasan plasenta adalah fundus naik dan berkontraksi  dengan baik, keluar darah dari vagina, serta tali pusat memanjang.
·         Pada saat melahirkan plasenta, jangan mendorong fundus dan menarik tali pusat secara berlebihan.
·         Lakukan peregangan tali pusat dengan hati-hati
·         Hentikan peregangan tali pusat apabila ibu mengeluh nyeri atau tali pusat tertahan.
·         Apabila merasa tidak yakin plasenta dapat dilahirkan dengan lengkap, ikuti prosedur tetap penatalaksanaan plasenta rest, bila perlu rujuk.
4.        Asuhan Persalinan Kala IV
Asuhan persalinan kala IV merupakan asuhan persalinan yang mencakup pada pengawasan satu sampai  dua jam setelah plasenta lahir. Pada kala ini tidak menutup kemungkinan terjadi perdarahan dan atonia uteri. Kehilangan darah biasanya terjadi karena pelepasan plasenta dan robekan serviks dan perinium.. jumlah darah yang keluar harus diukur (1 bengkok = ± 500 cc), apabila jumlah perdarahan lebih dari 500 cc harus dicari penyebabnya.

Hal-hal yang herus diperhatikan pada asuhan persalinan kala IV adalah sebagai berikut :
·         Kontraksi uterus
·         Perdarahan
·         Kandung kemih
·         Adanya luka
·         Keadaan plasenta dan selaputnya harus lengkap
·         Tanda-tanda vital
·         Keadaan bayi
F.     Kegawatdaruratan Persalinan
Beberapa tindakan yang akan dilakukan bidan apabila menghadapi kasus kegawatdaruratan persalinan adalah sebagai berikut :
1.      Jangan menunda untuk melakukan rujukan
2.      Mengenali maslah dan memberikan instruksi yang tepat
3.      Selama proses merujuk dan menunggu tindakan selanjutnya lakukan pendampingan secara terus menerus
4.      Lakukan observasi Vital Sing secara ketat
5.      Rujuk segera bila terjadi Fetal Distress
6.      Apabila memungkinkan, minta bantuan teman untuk mencatat riwayat kasus dengan singkat.
















BAB III
PENUTUP

§  Kesimpulan
Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dalah pertolongan persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten, yaitu dokter sepesialis kebidanan, dokter umum dan bidan. Pada kenyataan dilapangan, masih terdapat penolong persalinan yang bukan tenaga kesehatan, dan dilakukan di luar fasilitas pelayanan kesehatan. Secara bertahap seluruh persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.




B.                 Saran
Dalam penulisan dan penyusunan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan demi kesempurnaan makalah yang penulis susun.