Kamis, 28 Mei 2015
Rabu, 27 Mei 2015
Selasa, 26 Mei 2015
asuhan intranatal di kebidanan komunitas
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dalah pertolongan persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten,
yaitu dokter sepesialis kebidanan, dokter umum dan bidan. Tenaga kesehatan yang dapat memberikan pertolongan persalinan kepada masyarakat adalah dokter sepesialis kebidanan, dokter umum, dan bidan.Pada kenyataan dilapangan, masih terdapat penolong persalinan yang bukan tenaga kesehatan, dan dilakukan diluar fasilitas
pelayanan kesehatan. Secara bertahap seluruh persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fsailitas pelayanan kesehatan.
Dengan memberikan asuhan intranatal
yang tepat dan sesuai dengan standar, diharapkan dapat menurunkan angka
kematian ibu dan bayi. Pendekatan yang membutuhkan kemampuan analisis yang
berhubungan dengan aspek sosial, nilai-nilai dan budaya setempat.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalah dari penulisan
yaitu : bagaimana
memberikan asuhan intranatal di kebidanan komunitas ?
C. Tujuan
Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut tujuan dari
penulisan yaitu : Untuk mengetahui dan memahami, serta
mampu memberikan asuhan intranatal di kebidanan komunitas.
D.
Manfaat Penulisan
a.
Bagi
penulis
Memberikan
pengalaman dan mengembangkan kemampuan ilmiah dalam belajar yang merupakan
modal untuk melaksanakan pembelajaran dan perkuliahan baik sekarang maupun
dimasa yang akan datang.
b.
Bagi
pembaca
Agar dapat
dijadikan sebagai bahan dalam pembelajaran dan perkuliahan dan agar pembaca
lebih memiliki pengalaman dan
mengembangkan kemampuan ilmiahnya.
c.
Bagi
institusi pendidikan
Sebagai indikator
dalam mengevaluasi proses akademik yang sedang berlangsung dan memberikan
masukan pengetahuan dalam ilmu kebidanan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Asuhan Intranatal adalah asuhan atau
pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pelayanan persalinan yang
aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten, yaitu dokter spesialis
kebidanan, dokter umum dan bidan. Tenaga kesehatan yang dapat memberikan
pertolongan persalinan kepada masyarakat adalah: dokter spesialis kebidanan,
dokter umum dan bidan. Pada kenyataan dilapangan, masih terdapat penolong
persalinan yang bukan tenaga kesehatan, dan dilakukan di luar fasilitas
pelayanan kesehatan. Secara bertahap seluruh persalinan ditolong oleh tenaga
kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
1.
Bidan meyakini bahwa setiap individu berhak untuk merasa
aman,puas terhadap pelayanan masyarakat.
2.
Yakin
bahwa proses kehamilan dan persalinan dapat di tingkatkan kualitasnya melalui
pendidikan,kesehatan dan intervensi berbentuk dukungan.
3.
Asuhan
bulin yang berfokus pada kebutuhan individu dan keluarganya baik emosi,fisik
dan sosial
4.
Asuhan
di berikan secara terus menerus yang menekankan pada aspek keamanan menajemen
klinis yang sesuai standar.
C.
Tujuan
Asuhan Intranatal
3. Mempersiapkan transportasi, serta
biaya rujukan apabila diperlukan.
Bidan menilai secara tepat bahwa persalinan sudah mulai, kemudianmemberikan asuhan dan pemantauan yang
memadahi, denganmemperhatikan kebutuhan klien, selama proses persalinan berlangsung
Bidan melakukan pertolongan persalinan yang aman dengan sikap sopandan penghargaan terhadap klien
serta memperhatikan tradisi setempat.
c.
Pengeluaran plasenta dengan
penegangan tali pusat
Bidan melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk
membantupengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap
d.
Penanganan kala II dengan gawat
janin melalui episiotomi.
Bidan mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin pada kala II
yanglama, dan segera melakukan episiotomi dengan aman untuk memperlancarpersalinan, diikuti dengan penjahitan perineum
2. Persiapan
Sampai saat ini belum ada pendidikan
khusus untuk menghasilkan tenagabidan yang berkerja di komunitas. di indonesia pendidikan bidan yang adasekarang diarahkan untuk menghasilkan bidan yang mampu bekerja di desa.Bidan yang bekerja di desa, puskesmas, maupun puskesmas
pembantudilihat dari tugas-tugasnya berfungsi sebagai bidan komunitas. Persiapan bidandalam memberikan asuhan intranatal di komunitas adalah harus mempersiapkandiri sebaik-baiknya terutama dari
segi kompetensi, sehingga dapat memberikanpelayanan persalinan yang bersih dan aman serta tahu saat yang dapat
untuk merujuk kasus-kasus kegawatdaaruratan. Dengan demikian bisa
menyelamatkanibu dan bayi dan dapat menurunkan AKI. Persiapan bidan meliputi:
i.
Menilai
secara tepat bahwa persalinan sudah dimulai, kemudianmemberikan asuhan dan pemantauan
yang memadai denganmemperhatikan kebutuhan ibu selama proses persalinan.
iii.
Persiapan
perlengkapan, bahan-bahan dan obat-obatan yang diperlukandan pastikan
kelengkapan jenis dan jumlah bahan-bahan yang diperlukanserta dalam
keadaan siap pakai pada setiap persalinan dan kelahiran bayi.
iv.
Mempersiapkan
persiapan rujukan bersama ibu dan keluarganya. Karena jika terjadi
keterlambatan untuk merujuk ke fasilitas yang lebih memadai dan membahayakan
keselamatan ibu dan bayinya. Apabila itu dirujuk,siapkan dan sertakan
dokumentasi asuhan yang telah diberikan.
v.
Memberikan
asuhan sayang ibu, seperti memberi dukungan emosional,membantu pengaturan
posisi ibu, memberikan cairan dan nutrisi,memberikan keleluasan untuk
menggunakan kamar mandi secara teratur,serta melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman denganteknik pencegahan infeksi
b. Persiapan rumah dan lingkungan
a.
Tersedia
ruangan yang bersih dan layak
b.
Terdapat
sumber air bersih, air panas dan air dingin
c.
Tersedianya
penerangan yang baik, ranjang sebaiknya diletakan
ditengah-tengah ruangan agar mudah didekati dari kiri
maupun kanan,dan cahaya sedapat mungkin tertuju pada tempat
persaalinan.
d.
Terdapat
fasilitas telepon yang bisa diakses untuk menghubungi ambulan jika
diperlukan saat melakukan rujukan atau tersedianya mobil yang
bisadigunakan saat diperlukan untuk merujuk.Persiapan untuk mencegah terjadinya
kehilangan panas tubuh berlebihan,perlu disiapkan juga lingkungan yang sesuai
bagi bayi baru lahir denganmemastikan bahwa ruangan bersih, hangat, pencahayaan
yang cukup dan bebasdari tiupan angin. Apabila lokasi tempat tingggal ibu di
daerah pegunungan atauyang beriklim dingin, sebaiknya sediakan minimal 2
selimut, kain atau handuk yang kering dan bersih untuk mengeringkan
dan menjaga kehangatan tubuh bayi.
Pada intinya untuk persiapan Rumah
dan lingkungan dapat dibedakan menjadi berikut :
i.
Situasi
dan Kondisi
Situasi dan kondisi yang harus
diketahui oleh keluarga, yaitu :
a)Rumah cukup aman dan hangat
b)Tersedia ruangan untuk proses persalinan
c)Tersedia air mengalir
d)Terjamin kebersihannya
e)Tersedia sarana media komunikasi
ii.
Rumah
a)Ruangan sebaiknya cukup luas
b)Adanya penerangan yang cukup
c)Tempat nyaman
d)Tempat tidur yang layak untuk
proses persalinan
· Tensimeter
· Stetoskop
· Monoaural
· Jam yang mempunyai detik
· Termometer
· Partus set
· Heacting set
· Bahan habis pakai ( injeksi
oksitosin,lidokain,kapas,kasa,detol/lisol)
· Set kegawatdaruratan
· Bengkok
· Tempat sampah basah,kering dan tajam
· Alat –alat proteksi diri
d. Persiapan ibu dan keluarga
Persalinan adalah saat yang menegangkan bahwa dapat menjadi saat yang
menyakitkan dan menakutkan bagi ibu. Upaya untuk mengatasi gangguan emosional
dan pengalaman yang menegangkan dapat dilakukan dengan asuhan sayang ibu selama
proses persalinan. Adapun persiapan ibu dan keluarga diantaranya:
1. Waskom besar
2. Tempat/ember untuk penyediaan air
3. Kendil atau kwali untuk ari-ari
4. Tempat untuk cuci tangan (air
mengalir)+sabun+handuk kering
5. Satu kebaya (daster)f
6. Dua kain panjang, satu untuk ibu dan
satu untuk ditaruh diatas alas plastik atau karet.
7. BH menyusui
8. Pembalut
9. Satu handuk
10. Sabun
11. Dua waslap.
12. Perlengkapan pakaian bayi
13. Selimut bayi
14. Kain halus atau lunak untuk
mengeringkan dan membungkus bayi
E. Intranatal Di Rumah
1.
Asuhan
Persalinan Kala I
Pemberian asuhan persalian kala I
bertujuan untuk memberikan pelayanan kebidanan yang memadai dalam pertolongan
persalinan yang bersih dan aman. Ada tugas dan proses/ langkah-langkah yang
harus di lalui dalam memberikan asuhan persalinan pada Kala I. Tugas dan proses
tersebut seperti yang dijabarkan di bawah ini :
·
Melakukan
penilaian secara tepat kapan persalinan dimulai
·
Mampu
memberikan asuhan yang memadai dengan memperhatikan kebutuhan ibu.
·
Terampil
dalam melakukan pertolongan persalinan
·
Menghargai
hak dan pribadi ibu serta tradisi setempat.
·
Mengizinkan
adanya pendamping.
Sebelum bidan melakukan menajemen asuhan kala I, bidan perlu
mengingat tentang konsep sayang ibu, rujuk apabila partograf melewati
garis waspada atau da kejadian-kejadian penting lain, serta lakukan observasi
ketat apabila didapatkan penyimpangan dalam partograf.
Langkah-langkah asuhan intranatal kala I meliputi :
·
Mengizinkan
ibu memilih pendamping persalinan;
·
Bidan
harus segera datang kerumah ibu apabila dipanggil;
·
Memperhatiakan
proses pencegahan infeksi;
·
Melakukan
anamnesis secara lengkap tentang kehamilan ibu;
·
Melakukan
pemeriksaan fisik secara lengkap;
·
Melakukan
pemeriksaan dalam sesuai kebutuhan/indikasi;
·
Melakukan
pemantauan kemajuan persalinan menggunakan partograf;
·
Dokumentasikan
secara lengkap semua kejadian dalam lembar observasi dan partograf;
·
Berikan
dukaungan moral pada ibu,suami, dan keluarga;
·
Libatkan
keluarga secara aktif dalam proses persalinan;
·
Jelaskan
proses persalianan yang sedang berlangsung dan beritahu setisp kemajuan;
·
Lakukan
manajemen nyeri non farmakologi (masase punggung, relaksasi, dan lain-lain);
·
Lakukan
persiapan untuk pertolongan persalinan.
2.
Asuahan
Persalinan Kala II
Manajemen asuhan persalianan kala II bertujuan untuk
memsatikan proses persalinan aman, baik untuk ibu dan bayi, tugas yang harus
dilakukan bidan dalam asuhan kala II adalah sebagai berikut :
·
Melakukan
pertolongan persalinan yang bersih dan aman;
·
Menghargai
hak ibu secara pribadi;
·
Menghargai
tradisi setempat;
·
Mengizinkan
ibu untuk memilih pendamping persalianan;
Langkah-langkah
asuahan intranatal kala II yaitu sebagai berikut :
·
Berikan
pendampingan dan hargai ibu selama proses persalinan;
·
Memsatikan
tersedianya ruangan dibutuhkan;
·
Cuci
tangan dengan air mengalir sebelum dan setelah melakukan tindakan;
·
Bantu
ibu untuk memilih posisi yang diinginkan;
·
Kosongkan
kantong kemih setiap 2 jam;
·
Anjurkan
ibu mengejan hanya jika ada dorongan ingin mengejan;
·
Berikan
pujian kepada ibu;
·
Berikan
minum yang mengandung gula, pada saat tidak ada his;
·
Lakukan
observasi ketat denyut jantung janin setiap tidak ada his, jika terjadi gawat
janin percepat persalinan dengan melakukan episiotomi;
·
Hindari
peregangan vagina secara manual;
·
Lakukan
pertolongan persalinan sesuai dengan standar normal (APN);
·
Apabila
rektum ibu mengeluarkan feses, bersihkan dengan kain bersih;
·
Lakukan
inisiasi menyusui dini;
·
Berikan
injeksi fitamin K pada paha bayi;
·
Berikan
salep mata pada bayi;
·
Dokumentasikan
secara lengkap semua temuan;
Hal-hal yang menjadi perhatian
bidan pada saat memberikan asuhan intranatal kala II antaralain sebagai
berikut :
·
Hindari
untuk meminta ibu mengejan jika dalam posisi terlentang;
·
Ingat
tiga bersih, yaitu bersih alat, tempat persalinan, pengikat dan pemotong tali
pusat;
·
Pimpin
ibu mengejan jika ada keinginan untuk mengejan;
·
Hindari
intervensi apabila tidak dibutuhkan;
·
Terapkan
konsep sayang ibu;
·
Lakuakan
pengambilan keputusan sesegera mungkin apabila diperlukan rujukan.
3.
Asuhan Persalinan Kala III
Asuhan persalinan pada kala III
merupakan hal penting, mengingat salah satu penyebab kematian ibu adalah
perdarahan. Oleh karena itu, dalam asuhan kala III ada beberapa syarat yang
harus dipenuhi, yaitu bidan sebagai penolong persalinan harus terlatih dan
terampil melakukan manajemen aktif kala III, tersedianya peralatan dan
perlengkapan manajemen aktif kala III dan pencegahan infeksi, tersedianya
obat-obatan dan metode efektif untuk penyimpanan , serta sistem rujukan untuk
kegawatdaruratan obstetri yang efektif.
Asuhan persalinan kala III diberikan
dengan tujuan untuk membantu mengeluarkan plasenta dan selaput janin secara
lengkap, mengurangi kejadian perdarahan pasca-salin, memperpendek kala III,
mencegah terjadinya komplikasi, dan mencegah terjadinya retensio plasenta.
Dalam hal ini bidan mepunyai tugas rutin, yaitu melakukan penatalaksanaan aktif
persalinan kala III (manajemen aktif kala III). Hal-hal yang yang menjadi
perhatian bidan pada saat memberikan asuhan intranatal kala III adalah sebagai
berikut :
·
Penyimpanan
oksitosin harus didlam lemari es pada suhu 2-80C dan hindarkan dari
paparan cahaya secara langsung.
·
Pada
suhu 300C oksitosin dapat bertahan selama 1 bulan, dan pada suhu 400C
oksitosin dapat bertahan selama 2 minggu.
·
Tidak
dianjurkan untuk memberikan ergometrin atau metergin sebelum bayi lahir.
·
Tanda-tanda
pelepasan plasenta adalah fundus naik dan berkontraksi dengan baik,
keluar darah dari vagina, serta tali pusat memanjang.
·
Pada
saat melahirkan plasenta, jangan mendorong fundus dan menarik tali pusat secara
berlebihan.
·
Lakukan
peregangan tali pusat dengan hati-hati
·
Hentikan
peregangan tali pusat apabila ibu mengeluh nyeri atau tali pusat tertahan.
·
Apabila
merasa tidak yakin plasenta dapat dilahirkan dengan lengkap, ikuti prosedur
tetap penatalaksanaan plasenta rest, bila perlu rujuk.
4.
Asuhan
Persalinan Kala IV
Asuhan persalinan kala IV merupakan
asuhan persalinan yang mencakup pada pengawasan satu sampai dua jam
setelah plasenta lahir. Pada kala ini tidak menutup kemungkinan terjadi
perdarahan dan atonia uteri. Kehilangan darah biasanya terjadi karena pelepasan
plasenta dan robekan serviks dan perinium.. jumlah darah yang keluar harus
diukur (1 bengkok = ± 500 cc), apabila jumlah perdarahan lebih dari 500 cc
harus dicari penyebabnya.
Hal-hal yang herus diperhatikan pada
asuhan persalinan kala IV adalah sebagai berikut :
·
Kontraksi
uterus
·
Perdarahan
·
Kandung
kemih
·
Adanya
luka
·
Keadaan
plasenta dan selaputnya harus lengkap
·
Tanda-tanda
vital
·
Keadaan
bayi
Beberapa tindakan yang akan
dilakukan bidan apabila menghadapi kasus kegawatdaruratan persalinan adalah
sebagai berikut :
1. Jangan menunda untuk melakukan
rujukan
2. Mengenali maslah dan memberikan
instruksi yang tepat
3. Selama proses merujuk dan menunggu
tindakan selanjutnya lakukan pendampingan secara terus menerus
4. Lakukan observasi Vital Sing secara
ketat
5. Rujuk segera bila terjadi Fetal
Distress
6. Apabila memungkinkan, minta bantuan
teman untuk mencatat riwayat kasus dengan singkat.
BAB III
PENUTUP
§ Kesimpulan
Pertolongan
persalinan oleh tenaga kesehatan dalah pertolongan persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten,
yaitu dokter sepesialis kebidanan, dokter umum dan bidan. Pada kenyataan dilapangan, masih terdapat penolong
persalinan yang bukan tenaga kesehatan, dan dilakukan di luar fasilitas
pelayanan kesehatan. Secara bertahap seluruh persalinan ditolong oleh tenaga
kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
B.
Saran
Dalam penulisan dan penyusunan
makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan,
untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan demi kesempurnaan
makalah yang penulis susun.
Langganan:
Postingan (Atom)
